Senin, 02 April 2012

Hubungan Sifat Serangga dan Statusnya Sebagai Hama


Hubungan Sifat Serangga dan Setatusnya Sebagai Hama

ABSTRAK

            Serangga merupakan golonggan hewan yang keberadaannya paling domonan di muka bumi ini. Karena jumlah mereka yang melebihi hewan melata didaratan ini praktis serangga terdapat berbagai tempat. Serangga telah ada dimuka bumi ini sekitar 350 juta tahun yang lalu dibandingkan dengan manusia yang keberadannya kurang dari 2 juta tahun yang lalu. Dalam kurung waktu tersebut serangga mengalami evolusi den perubahan di berbagai hal, dan dapat menyesuaikan hidup mereka di hamper semua habitat.
           
Dibandingkan dengan manusia serangga memiliki kontruksi tubuh yang aneh (khusus). Rangka mereka terdapat di luar. Saraf mereka membentang bagian bawah tubuh. Jantung (trakea) terletak di atas salurab pencernaan, tidak memiliki memiliki paru – paru dan serangga bernafas melalui disejumlah lubang yang berada di dinding tubuhnya. Serangga merupakan hewan berdarah dinggin, apabila suhu lingkungan menurun suhu tubuh mereka akan menurun dan akan menyebabkan proses fisiologis mereka berjalan dengan lambat.
           
Reproduksi serangga relative lebih singkan, ini yang menyebabkan serangga memiliki jumlah yang banyak di muka bumi ini. Dalam siklus reproduksinya serangga ada yang mengunakan telur sebagai hasil dari perkembangbiakan, hal ini di lakukan oleh serangga yang memiliki sepsies betina dan jantan, dan ada pula yang tidak memiliki kelamin. Jumlah telur yang dihasilkan serangga bervariasi dari satu hingga ribuan telur. Siklus hidup dari serangga juga relative singkat, sehingga pergantian dari generasi ke generasi sangatlah cepat.
           
Dalam memenuhi kebutuhan hidupnya serangga memakan bebagai jenis makanan dari daging dan tanaman. Yang menyebabkan serangga ini dianggap hama bagi manusia khususnya dalam bidang pertanian. Bagian – bagian tanaman yang dapat dimakan oleh serangga bukan hanya terpaku dari luar tanaman bakan serangga dapat semua bagiannya (luar maupun dalam). Dikarenakan serangga hanya memiliki insting untuk makan dan berkembang biak yang menyebabkan hama yang terbesar merupakan dari kalangan serangga.
            Serangga hama didefinisikan sebagai serangga yang menggangu dan bahkan merusak tanaman baik secara ekonomis, kulitas, dan kuantitas dari tanaman. Sehingga status hama yang disandang oleh serangga tergantung dari jumlah kerusakan yang di timbulkan oleh serangga tersebut. Apabila kerusakan yang ditimbulkan masih sekala kecil, serangga tersebut belum dapat diartikan sebagai hama dan belum perlu dilakukan pengendalian. Adapun kelompok kelompok serangga yang merugikan yaitu;
·         Poisonous insect seperti ulat bajra/ulat api, lebah
·         Pest yaitu crop pest seperti serangga hama pada tanaman yang dibudidayakan, Plnat pest seperti serangga hama pada tanaman hutan atau tanaman sayura lainnya.
·         Stored groin pest seperti serangga hama gudang
·         House hold pest seperti serangga hama pada rumah tangga, contohnya serangga kecoa
·         Dometic animal pest seperti serangga hama pada luka yang diderita hewan ternak.
·         Disease pests seperti serangga yang menyebabkan berbagai penyakit ataupun vektor penyakit.

Adapun faktor yang menyebabkan serangga dikatakan sebagi hama desebabkan oleh faktor berikut ini;
·         Perubahan Lingkungan: pada habitat alam aslinya sumber makanan yang tersedia untuk serangga tentunya sedikit dan diimbangi oleh musuh alami sehingga serangga populasinya tergolong rendah. Sedangkan pada habitat pertanian khususnya pada pertanian mono kulter ketersediaan makanan bagi serangga related tidak terbatas sehingga populasi serangga meningkat pesat. Sebagai contoh Kumbang kentang Colorado yang sebelumnya serangga tersebut hidup diberbagai tanaman famili Solanaceae liar di hutan- hutan, populasi masih rendah. Begitu hutan dibuka dan diubah menjadi kebun kentang maka populasinya meningkat dengan cepat dan menjadi hama kentang yang sangat merugikan.
·         Perpindahan tempat: serangga hama dapat berpindah tempat secara pasif maupun aktif. Secara aktifnya dilakukan oleh imago(serangga dewasa) dengan cara terbang ataupun berjalan. Secara pasifnya dilakukan oleh faktor lain seperti; tertiup angin atau pun terbawa pada saat tanaman dipindahkan oleh manusia. Ditempat baru serangga dapat pertambah dengan cepat atau mati tergantung dengan kondisi alam(lingungan) yang baru. Sebagai contoh Kutu loncat lamtoro (Heteropsylla cubana) yang berasal dari Amerika tengah, kemudian bermigrasi ke negara pasifik dan akhirnya sampai ke Indonesia. Kutu loncat di Indonesia tumbuh cepat sekali sehingga ratusan hektar tanaman lamtoro diserangnya. Musuh alami yang efektif untuk Kutu loncat lamtoro yaitu Kumbang predator Curinus cocruleus belum tersedia di Indonesia, sehingga kutu loncat ini dapat berkembang biak dengan cepat.
·         Perubahan Pandangan Manusia: dengan pemikiran manusia yang ingin mendapatakan hasil pertanian yang berkondisi terbaik (kuantitas dan kualitas) menyebabkan permintaan hasil pertanian tentunya tidak terdapat cacat sedikit pun. Sehingga hama serangga yang tidak merugikan secara ekonomi (intensitas serangan rendah) tidak dikehendaki kehadiranya. Sebagai contoh serangga hama yang disebut Penggerek tongkol jagung (Helicoverpa armigera Hbn.) masuk ke tongkol jagung melalui ujungnya dengan memotong rambut-rambut tongkol, kemudian hidup dibagian dalam ujung tongkol dengan memakan butiranbutiran biji jagung. Bagian tongkol yang dirusaknya hanya ujungnya saja sedangkan bagian tongkol masih tetap utuh. Bagi segolongan masyarakat tertentu yang tidak dapat menerima hal ini, menganggap keberadaan H. armigera haus dikendalikan dengan serius. Agar mendapatkan hasil yang memiliki kuantitas dan kualitas yang baik.
  • Aplikasi Insektisida Yang Tidak Bijaksana: pengunaan insektisida yang tidak bijak sana ini tentunya akan menyebabkan terjadinya resisten, resurgensi dan munculnya hama sekendr. Dikarenakan pengunaan insektisida dengn bahan aktif yang sama dengan terusmenerus dan tanpa mengunakan dosis yang tepat sehingga akan terjadi mutasi Gen (perubahan genetic). Dengan pengunaan insektisida secara tidak bijaksana juga akan menyebabkan kematian dari musuh alami, dikarenaka sebagian besar musuh alami rentan terhadap insektisida, sehingga akan menyebabkan resurgensi. Dengan demikian hanya yang sebelumnya sebagi hama sekunder bisa menjadi hama utama dikarenakan musuh alami yang didak ada sehingga populasi hama sekunder dapat bertambah dengan pesat.







Daftar Pustaka


Anoname, 2011. “Macam Macam Bentuk Mulut Serangga  sumber: http://alam-hewan.blogspot.com/2011/01/macam-macam-bentuk-mulut-serangga.html#axzz1oxtgRP5o  diakses pada tanggal: 10 Maret 2012 pukul: 10:40 Wita



Anoname, 2010. “Pengertian, Terjadinya dan Status Sebagai Hama”  sumber: http://hmpt-unhas.blogspot.com/2010/12/pengertian-terjadinya-dan-status.html  diakses pada tanggal: 10 Maret 2012 pukul: 10:30 Wita

Anoname , 2009. “Peran Penting Serangga di Alam”  sumber: http://pustakaserangga.wordpress.com/  diakses pada tanggal: 10 Maret 2012 pukul: 10:35 Wita

Mafaza, 2010. “Apa itu Serangga?” sumber: http://www.daarelqolam.ac.id/2010/04/24/apa-itu-serangga/ diakses pada tanggal: 10 Maret 2012 pukul: 10:20 Wita





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar