Selasa, 19 Juni 2012

Pengujian Ekstrak Daun Suar dan Daun Sembung Delan (METODOLOGI)


BAB III
METODOLOGI
3.1 Waktu dan Tempat
Waktu: Rabu, 13 April – 18 April 2011, pukul 15.00 WITA
Tempat: Laboratorium Pasca  Sarjana
3.2 Alat – alat dan Cara Kerja Fraksinasi
Fraksinasi dilakukan dengan menggunakan kolom kromatografi yang dilanjutkan dengan kromatografi lapis tipis (TLC : Thin Layer Chromatography).
Prosedur kerja:
1.      Ekstrak kasar yang sudah diperoleh disiapkan dalam silica gel (silica gel harus remah seperti pasir dan semua solven sudah menguap).
2.      Siapkan kolom pada posisi tegak dan sumbat lubang bawahnya dengan kapas. Ukuran kolom disesuaikan dengan jumlah sampel yang difraksinasi. Catatan: untuk 10 gr sampel diperlukan kolom dengan ukuran (diameter 3 cm dan panjang 60 cm), kira – kira berisi sekitar 100 gr silica gel.
3.      Timbang sekitar 100 gr silica gel (untuk 10 gr sampel) larutkan dalam heksan kemudian tuangkan ke dalam kolom secara berlahan. Biarkan lubang bawah kolom tertutup sehingga silica gel akan mengendap. (biasanya kolom ini disiapkan sehari sebelum kegiatan fraksinasi).
4.      Tuangkan sampel dalam silica gel secara hati – hati ke dalam bagian atas kolom. Di atas permukaan sampel tempatkan kapas, agar terkesan solven tidak mengganggu lapisan sampel.
5.      Siapkan system solven mulai dari solven bersifat non-polar (heksan) dilanjutkan dengan solven yang lebih polar.
Untuk percobaan ini system solven yang digunakan adalah sebagai berikut:
Heksan : 500 ml
Heksan : dikloro metan = 50 : 50 = 500 ml
Dikhlorometan : 500 ml
Dikhlorometan : etil asetat = 50 : 50 = 500 ml
Etil asetat : 500 ml
Masing – masing ditampung sebanyak 100 ml, maka akan diperoleh 25 fraksi awal.
Thin Layer Chromatography
Fraksi awal yang diperoleh (25 fraksi) ada kemungkinan mengandung senyawa yang sama atau berbeda satu sama lainnya. Untuk mengelompokkannya dilakukan TLC. Siapkan TLC chamber dan TLC plate dan tentukan eluen sebagai pengembang (gunakan heksan : aseton = 40 : 60). Kelompokkan fraksi berdasarkan pita yang muncul pada TLC plate. Lanjutkan dengan Bioassay untuk menentukan fraksi mana yang aktif.
Uji Daya Hambat Saccharomyces sp. Terhadap Pertumbuhan Jamur
Fusarium oxysporum fs. Capsici
Uji daya hambat Saccharomyces sp. terhadap pertumbuhan jamur Fusarium oxysporum fs. Capsici ditentukan dengan menggunakan metode Yuliana dkk. (1987). Persiapan media tumbuh dilakukan dengan menuangkan 10 ml media PDA yang masih encer (± 50 °C) pada cawan petri kemudian digoyang – goyangkan secara melingkar sampai rata di seluruh permukaan cawan petri dan ditunggu sampai padat. Jamur Fusarium oxysporum fs. Capsici diinokulasikan pada media PDA, ditengah – tengah cawan petri, kemudian Saccharomyces sp. diinokulasikan pada 4 posisi mengapit jamur Fusarium oxysporum fs. Capsici berjarak 2 cm dari tepi cawan petri. Selanjutnya cawan petri diinkubasi pada suhu ruang dan pengamatan dilakukan terhadap luas koloni jamur Fusarium oxysporum fs. Capsici, dengan mencatat luas koloni Fusarium oxysporum fs. Capsici. Satiap hari untuk membandingkan antara luas pertumbuhan koloni jamur Fusarium oxysporum fs. Capsici Pada media yang diberi perlakuan mikroba antagonis (Saccharomyces sp.) dengan luas pertumbuhan Fusarium oxysporum fs. Capsici pada control. Penentuan daya hambat mikroba antagonis ditentukan dengan rumus:
Daya Hambat = Luas Koloni Kontrol - Luas Koloni Perlakuan X 100%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar