Selasa, 01 Mei 2012

SISTEM TAKSONOMI TANAH


TAKSONOMI TANAH



1.1 RIWAYAT
            Sistem Taksonomi Tanah yang dulu dikenal dengan istilah “A Comprehensive System of Soil Classification 7 th Approximation”  diperkenalkan pertama kali pada tahun 1960 dalam Konggres Tanah Internasional ke-7 di hadison (Wisconsin) Amerika Serikat oleh Dr. Guy D Smith. Sistem tersebut disebut Comprehensive system karena (diharapkan) dapat digunakan seluruh tanah di dunia, untuk berbagai bidang ilmu yang berhubungan dengan tanah. Disebut 7 th Approximation karena sistem tersebut dibuat dengan beberapa kali perbaikan dan ini adalah perbaikan yang ke-7. First Approximation dimulai pada tahun 1951. Sampai pada 2nd Approximation naskahnya hanya diedarkan terbatas dalam lingkungan ahli-ahli tanah di Amerika. Berdasarkan atas tanggapan dan saran-saran para ahli tersebut kemudian disusun perbaikan-perbaikan berikutnya. Mulai dari 2nd Approximation naskah diedarkan lebih luas baik di Amerika Serikat maupun ke negara-negara di luar Amerika. Di samping itu di Amerika dilakukan pula uji coba terhadap sistim tersebut dalam kegunaannya untuk survey tanah. Dengan menampung ke dalam sitim ini semua saran dan pendapat dari ahli-ahli tanah berbagai negara yang masing-masing mempunyai pengetahuan dan pengalaman terhadap jenis tanah yang berlainan, maka diharapkan sistim ini dapat memenuhi kebutuhan klasifikasi tanah seluruh dunia.
            Taksonomi Tanah bukan merupakan perbaikan yang terakhir, tetapi hanya merupakan pendekatan (approximation) untuk mendapatkan tanggapan dan kritik dan untuk di uji lebih lanjut.
            Sejak tahun 1960 beberapa supplement terhadap 7th Approximation telah diterbitkan. Supplement bulan Maret 1967 memuat semua perubahan yang dilakukan sejak tahun 1960 kecuali untuk histosol yang baru dikemukakan dalam supplement bulan September 1968. Seluruh sistem tersebut dengan perubahan-perubahannya segera akan diterbitkan sebagai 8th Approximation (Dijkerman, 1968). Sistem 7th Approximation digunakan untuk survey tanah Amerika pada tahun 1965. Ini adalah merupakan sistem ke-4 yang digunakan untuk survey tanah negeri tersebut dalam 67 tahun terakhir. Sistem pertama yang digunakan adalah sistim whitney (1909), kemudian Marbut (1927) dan Baldwin, Kellog dan Thorp (1938). Yang terakhir ini kemudian diperbaiki oleh Thorp dan Smith (1949).
            Untuk memetaan tanah, menurut Baldwin et al. (1938) katagori yang terendah dipergunakan adalah seri da tipe. Waktu itu dikenal kurang lebih 2000 seri tanah di Amerika Serikat. Untuk menghilangkan gap antara seri dengan great group maka ditambahkan kategori famili oleh Thorp dan Smith (1949). Pada waktu dicoba memasukkan seri-seri yang telah ada ke dalam famili dan great group ternyata ditemukan kesulitan yang serius
            Salah satu kekurangannya utama dari sistem tersebut adalah tidak adanya definisi yang tepat terhadap sifat-sifat tanah dalam masing-masing kategori. Pada tahun 1951 akhirnya diputuskan untuk merubah seluruh sistem klasifikasi tanah tersebut dengan sistem yang baru.
            Sistem yang baru tersebut sekarang dikenal dengan sistem 7th Approximatio. Sistem ini dibuat atas dasar pengetahuan dan pengalaman selama 67 tahun survey tanah di Amerika Serikat. Merupakan sistem yang tepat (precise), sistematik dan logik. Konsep-konsep baru seperti pedon dan horison penciri (diagnotic horison) diperkenalkan. Definisi berbagai kategori (klas) dari tanah-tanah yang berbeda ditentukan dengan sifat-sifat tanah yang dapat diukur (facts) bukan oleh faktor pembentuk tanah (theory). Nama-nama baru telah disusun dengan menggunakan kata-kata Yunani atau Latin.
            Sistem ini telah menarik perhatian ahli-ahli tanah seluruh dunia. Rusia menanggapi 7 th Approximation dalam beberapa artikel pada Soviet Soil Science, Juni 1964. Soil Science, Juni 1964. Soil Science, 1963. Soil Science 1963, Vol. 96, Nomor 1, seluruhnya digunakan untuk menanggapi 7 th Approximation. Symposium mengenai 7th Approximation diterbitkan dalam proceeding of the American Soil Science 1963, Vol. 27, Nomor 2. Selain itu masih banyak tanggapan lain seperti tercantum pada daftar pustaka tulisan ini.
            Dengan demikian nyata bahwa sistem ini telah merangsang timbulnya diskusi-diskusi dan penelitian-penelitian baru.

1.2 KATEGORI
            Di dalam sistim ini dikenal 6 kategori yaitu : order, sub order, great group, sub-group, family dan serie yang disebut sistem kategori multiple. Kategori type (Thorp dan Smith, 1949) ditiadakan. Hal ini disebabkan karena tekstur lapisan atas (lapisan olah) yang digunakan sebagai faktor pembatas untuk type sering berubah-ubah karena banyak dipengaruhi faktor-faktor yang datangnya dari luar.
1. Order
            Order dibedakan atas sifat-sifat umum tanah yang menentukan pembentukan horison penciri. Menurut 7th Approximation (1960) dikenal 10 order yaitu :          Entisol, Vertisol, Inceptisol, Aridosol, Mollisol, Spodosol, Alfisol, Ultisol, Oxisol dan Histosol. Jumlah ini bertambah atau berkurang sesuai dengan hasil-hasil penyelidikan yang masih dilakukan.

2. Sub-Order
            Tiap-tiap order dibagi dalam sub-order yang masing-masing mempunyai keseragaman genetik yang lebih besar. Faktor pembatas terutama adalah faktor-faktor yang besar pengaruhnya terhadap sifat-sifat genetik tanah. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah ada tidaknya penggenangan, adanya iklim atau vegetasi, tekstur yang extrem (pasir), kadar allophan atau seskwioksida bebas yang menentukan arah dan kecepatan (derajat) perkembangan tanah.

3. Great Group
            Great group dari tiap-tiap sub order terutama ditentukan oleh tidaknya horison penciri serta sifat horison penciri tersebut. Bila dalam satu sub order horison penciri tidak berbeda, maka digunakan penciri lain. Horison penciri yang diambil adalah yang menunjukkan perbedaan utama tingkat perkembangan tanah dan yang berbeda jenisnya.
            Termasuk horison penciri adalah horison illuviasi (liat, besi, humus), horison permukaan yang tebal dan berwarna gelap, lapisan “pan” yang mempengaruhi perakaran dan pergerakan air dalam tanah dan horison anthropic yang terbentuk pada tanah-tanah yang digarap. Faktor-faktor di luar horison penciri yang digunakan sebagai pembatas bila horison tidak relevant antara lain adalah : self mulching, warna merah dan coklat tua pada tanah-tanah dari batuan basa, perbedaan kejenuhan basa yang besar, sifat pengerasan irreversible, bentuk-bentuk lidah horison eluviasi pada horison illuviasi dan suhu yang rendah. Tiap-tiap great group mempunyai horison penciri atau faktor-faktor penentu lain yang jenis dan sifatnya sama.

4. Subgroup
            Subgroup adalah sekumpulan tanah yang di samping memiliki sifat-sifat great groupnya memiliki pula sifat-sifat lain sebagai berikut :
  1. Memiliki sifat-sifat lain yang terdapat pada order, suborder great group dari golongan sendiri atau golongan lain.
  2. Memiliki sifat-sifat lain yang baru yang tidak terdapat pada order, suborder dan great group tersebut.

5. Famili
Famili adalah bagian dari subgroup berdasarkan atas sifasifat tanah yang penting bagi pertumbuhan tanaman. Pembagiannya untuk tiap-tiap subgroup berbeda-beda. Tiap-tiap famili mempunyai tata udara tanah, air tanah, “plant root relationship”, kadar unsur-unsur hara utama yang sama kecuali unsur N. Yang digunakan sebagai penentu adalah lapisan di bawah lapisan oleh atau yang sama dalamnya. Faktor pembedanya adalah tekstur, ketebalan horison, susunan (keadaan) mineral, kemasaman, konsistensi dan permeabilitas. Faktor-faktor tersebut adalah faktor-faktor yang dianggap relatif tidak mudah berubah, dan pada waktu ini tidak masih diuji apakah semuanya dapat memenuhi syarat yang diperlukan untuk menentukan famili, kemasaman tanah sebenarnya kurang memenuhi syarat, tetapi mudah diukur dan kadang-kadang merupakan satu-satunya sifat yang dapat digunakan untuk membeda-bedakan subgroup dengan baik terutama pada tanah-tanah yang selalu tegenang atau tanah-tanah daerah dataran banjir (flood plain yang tidak mempunyai perkembangan horison.

5.      Seri
Seri adalah sekumpulan tanah yang mempunyai sifat-sifat dan susunan horison yang sama terutama di bagian bawah lapisan olah. Suatu seri tanah dapat mempunyai perbedaan-perbedaan lereng, tingkat erosi, sifat-sifat lapisan olah dan lain-lain selama faktor-faktor tersebut tidak menyebabkan perbedaan sifat dan susunan horison di bawahnya. Tanah di lapisan atas (lapisan olah) tidak digunakan sebagai faktor penentu karena sering mengalami perubahan sifat.
            Sifat-sifat tanah yang digunakan untuk menentukan seri tanah dapat dipilih dari beberapa sifat belum di bawah lapisan olah tersebut misalnya tekstur, drainase (permeabilitas), mineralogi tanah, tanah, tebal horison, konsistensi, struktur, kemasaman tanah dan sebagainya. Yang biasa digunakan adalah kombinasi antara beberapa sifat tersebut. 

Daftar Pustaka
Buol, S.W; F.D. Hole, and R.J. Mc.Cracken. 1980. Soil Genesis and Classification. The IOWA State University Press, Ames.

Hardjowigeno, S. 2003. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. CV. Akademika Pressindo, Jakarta.

Soil Survey Staff,. 1998. Keys to Soil Taxonomy. USDA. SCS. Sixth Edition.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar